Peringatan G30S/PKI 2026, Dr. Dewi Ningsih: Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran Memperkuat Pancasila

oleh -54 Dilihat
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — Momentum peringatan Gerakan 30 September (G30S) pada 30 September 2026 menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Dr. Dewi Ningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peristiwa sejarah tidak semestinya hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus.

banner 336x280

Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman sejarah, rasa kebangsaan, persatuan, serta nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik.

“Sejarah harus menjadi pelajaran bagi generasi muda. Kita perlu memahami perjalanan bangsa dengan bijak dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. Dewi Ningsih.

Ia menambahkan, peserta didik perlu dibekali kemampuan untuk mempelajari sejarah secara kritis, berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menghargai keberagaman pandangan dalam memahami peristiwa masa lalu.

Peringatan G30S sendiri berkaitan dengan peristiwa politik dan kekerasan yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Sejumlah kajian sejarah mencatat bahwa penafsiran mengenai aktor, latar belakang, dan rangkaian peristiwa tersebut masih menjadi bahan kajian dan perdebatan akademik.

Dalam konteks pendidikan, Dr. Dewi menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong siswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Generasi muda harus mampu mengambil hikmah dari sejarah, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai sejarah hanya menjadi hafalan, tetapi harus menjadi pembelajaran untuk membangun masa depan bangsa,” katanya.

Pesan tersebut sejalan dengan penguatan pendidikan Pancasila yang saat ini didorong pemerintah melalui pembelajaran, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan nyata peserta didik.

Dr. Dewi berharap peringatan 30 September 2026 dapat menjadi momentum refleksi bersama, khususnya bagi kalangan pelajar, untuk memperkuat karakter kebangsaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghargai perjalanan sejarah Indonesia.

“Mari kita rawat persatuan, belajar dari sejarah, dan bersama-sama menjaga nilai-nilai Pancasila demi Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.