Kadisdikbud Lampung Tengah Ingatkan Pelajar Waspadai Liquid Vape

oleh -18 Dilihat
banner 468x60

LAMPUNG TENGAH — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan menggunakan liquid vape atau cairan rokok elektronik yang tidak diketahui secara jelas asal-usul dan kandungannya.

 

banner 336x280

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., mengajak pelajar untuk lebih waspada terhadap berbagai produk yang berpotensi mengandung zat berbahaya, termasuk produk yang beredar dengan kemasan menarik dan mudah diperoleh.

 

Menurut Nur Rohman, pelajar harus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang dapat membahayakan kesehatan maupun masa depan mereka.

 

“Pelajar harus mampu menjaga diri dan tidak mudah tergiur dengan produk yang tidak jelas kandungan serta asal-usulnya,” ujar Nur Rohman.

 

Ia menegaskan, tampilan, warna, aroma, maupun kemasan liquid vape tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan keamanan suatu produk. Terlebih jika muncul dugaan adanya kandungan narkotika atau zat psikoaktif lainnya.

 

Untuk memastikan kandungan suatu cairan, kata dia, diperlukan pemeriksaan dan pengujian oleh pihak yang memiliki kewenangan.

 

“Kalau ada cairan yang dicurigai mengandung zat berbahaya, jangan dicoba atau diuji sendiri. Serahkan kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

 

Perkuat Pengawasan

 

Nur Rohman juga meminta sekolah dan orang tua memperkuat pengawasan sekaligus membangun komunikasi terbuka dengan para pelajar.

 

Menurutnya, upaya mencegah penyalahgunaan zat berbahaya tidak cukup hanya dengan memberikan larangan. Pelajar perlu mendapatkan edukasi mengenai risiko narkotika, nikotin, serta berbagai zat psikoaktif yang dapat membahayakan kesehatan.

 

Sekolah, lanjutnya, juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung siswa untuk berkembang melalui kegiatan positif.

 

“Anak-anak kita harus diarahkan pada kegiatan yang positif, pendidikan, kreativitas, olahraga, seni, dan prestasi. Jangan sampai masa depan mereka terganggu karena salah pergaulan atau mencoba sesuatu yang berbahaya,” ujarnya.

 

Ia mengimbau pelajar yang mengetahui adanya dugaan peredaran cairan vape atau zat berbahaya di lingkungan sekolah maupun sekitarnya agar segera menyampaikan informasi kepada guru, pihak sekolah, orang tua, atau aparat yang berwenang.

 

Jangan Mudah Percaya Informasi

 

Selain pengawasan, literasi kesehatan dan kemampuan memilah informasi juga dinilai penting. Para pelajar diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai kandungan liquid vape yang beredar di media sosial sebelum mendapatkan kepastian dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Nur Rohman menekankan bahwa segala dugaan mengenai kandungan narkotika dalam suatu produk harus dibuktikan berdasarkan pemeriksaan yang sah.

 

“Jangan membuat kesimpulan hanya berdasarkan bentuk, warna, atau informasi yang beredar. Untuk memastikan kandungan suatu produk harus melalui pemeriksaan yang tepat,” tegasnya.

 

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya lainnya.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga anak-anak kita agar tetap sehat, fokus belajar, berprestasi, dan memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.