Hari Peringatan Gerakan 30 September 2026, Thomas Amirico: Jadikan Sejarah sebagai Pembelajaran Memperkuat Persatuan

oleh -48 Dilihat
banner 468x60

 

LAMPUNG — Hari Peringatan Gerakan 30 September (G30S/PKI) yang diperingati setiap 30 September menjadi momentum untuk mengenang salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia sekaligus mengambil pelajaran bagi generasi penerus. 30 September 2026

banner 336x280

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, memahami sejarah secara kritis serta menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran untuk memperkuat persatuan bangsa.

 

“Peristiwa G30S/PKI hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus untuk semakin memperkuat persatuan, kesetiaan pada Pancasila, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Thomas Amirico.

 

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 merupakan bagian dari rangkaian pergolakan politik dan kekerasan yang terjadi di Indonesia pada 1965–1966. Dalam historiografi Indonesia, keterlibatan dan peran PKI dalam peristiwa tersebut menjadi bagian penting yang terus dibahas dalam kajian sejarah. Sejumlah penelitian juga mencatat adanya perbedaan interpretasi mengenai latar belakang dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

 

Pemerintah melalui sejarah resmi mengenang gugurnya tujuh perwira militer dalam rangkaian peristiwa tersebut. Kompleks Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, kemudian menjadi salah satu lokasi penting dalam pengenangan sejarah G30S.

 

Thomas menilai pembelajaran sejarah di lingkungan pendidikan memiliki peran penting agar generasi muda tidak hanya mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

 

“Generasi muda harus mampu mengambil hikmah dari perjalanan sejarah bangsa. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia,” katanya.

 

Ia juga mengajak para pelajar untuk mengisi masa depan dengan pendidikan, prestasi, karakter dan semangat kebangsaan.

 

Momentum peringatan G30S 2026, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda agar memahami perjalanan bangsa secara bertanggung jawab.

 

“Dengan memahami sejarah, kita dapat menjaga persatuan dan bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Thomas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.