DPRD Lampung Dorong Waterfront City Jadi Penggerak Ekonomi dan Tetap Lindungi Masyarakat Pesisir

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — DPRD Provinsi Lampung mendorong pengembangan konsep Waterfront City Bandar Lampung tidak hanya berorientasi pada pembangunan kawasan modern, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dengan tetap melindungi lingkungan dan masyarakat pesisir.

 

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, S.T., M.Si. yang hadir mewakili DPRD Lampung dalam Seminar Nasional bertajuk “Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju” di Swiss-Belhotel Lampung, Kamis (20/8/2026).

 

Seminar tersebut menjadi forum untuk membahas arah pengembangan kawasan pesisir Provinsi Lampung dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dunia usaha, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menegaskan bahwa gagasan Waterfront City Bandar Lampung merupakan ide besar yang telah berjalan selama 15 hingga 20 tahun dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

 

“Ini bukan pekerjaan satu pihak atau Pemerintah Kota saja, melainkan komitmen dan kerja bersama seluruh elemen—pemerintah daerah, provinsi, pusat, BUMN, swasta, hingga organisasi profesi dan masyarakat,” ujar Gubernur.

 

Gubernur menekankan prinsip utama dalam pengembangan kawasan pesisir, yakni keseimbangan dan mitigasi, penetapan target quick wins yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan sektor pariwisata, serta mendorong terwujudnya proyek siap tawar atau project ready to offer yang matang dari aspek tata ruang, legalitas lahan, studi kelayakan, dokumen lingkungan, hingga skema pembiayaanerintegrasi atau hunian yang tetap dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat harus menjadi alternatif yang dikaji,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong agar masyarakat pesisir dilibatkan sebagai pelaku utama dalam ekosistem ekonomi Waterfront City. Pemberdayaan dapat dilakukan melalui pengembangan UMKM, kuliner pesisir, ekonomi kreatif, serta jasa dan aktivitas wisata.

 

Dengan pendekatan tersebut, Yusnadi berharap pembangunan Waterfront City tidak hanya menghasilkan kawasan yang modern dan tertata, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

“Ukuran keberhasilan Waterfront City bukan hanya seberapa bagus kawasan itu dibangun, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita ingin kawasan pesisir yang maju, aman, tertata, ramah lingkungan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan sejahtera,” pungkasnya.

 

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han), Ph.D., Deputi Infrastruktur PPN/Bappenas; Dr. Abdul Malik Sadad, S.T., M.Eng. dan Dr. Ir. RM. Petrus Natalivan Indrajati, S.T., M.T., akademisi perencana wilayah dan kota ITB; Doddy Dwinanda, Director/Country Lead Planning & Design Surbana Jurong Indonesia; serta Widarto Oey, Owner Sungai Budi Group.

 

Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret berupa pemetaan kawasan prioritas, pembagian kewenangan antara pemerintah kota dan provinsi, serta identifikasi proyek yang siap ditawarkan kepada investor dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. (Tim Humas

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.