Disiplin dan Kinerja Jadi Sorotan, Iwan Chandra Gautama: Hadir Bukan Sekadar Absen

oleh -28 Dilihat
banner 468x60

LAMPUNG SELATAN — Pelayanan publik tidak cukup hanya ditandai dengan kehadiran aparatur di kantor. Disiplin, responsivitas, tanggung jawab, serta capaian pekerjaan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan secara optimal. 29 September 2026

 

banner 336x280

Hal tersebut menjadi pesan yang disampaikan Iwan Chandra Gautama, S.E., M.M., Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan, dalam refleksi terhadap pentingnya peningkatan kinerja aparatur.

 

Menurut Iwan, budaya kerja harus terus diarahkan pada pelayanan yang nyata dan berdampak. Kehadiran pegawai semestinya tidak berhenti pada aktivitas mengisi daftar hadir, tetapi diwujudkan melalui kesiapan menjalankan tugas dan memberikan respons ketika dibutuhkan.

 

Jangan Sampai Hadir Secara Fisik, Tetapi Tidak Hadir dalam Kinerja

 

Dalam pesan tersebut, terdapat sejumlah perilaku yang perlu dihindari dalam lingkungan kerja aparatur.

 

Salah satunya adalah kondisi ketika pegawai tercatat hadir melalui absensi, namun keberadaannya saat jam kerja tidak jelas. Persoalan lain adalah pegawai berada di kantor secara fisik, tetapi pekerjaan dan target yang menjadi tanggung jawabnya tidak terselesaikan.

 

Selain itu, respons terhadap kebutuhan pelayanan dan koordinasi juga menjadi perhatian. Aparatur dituntut tidak sulit dihubungi ketika masyarakat maupun rekan kerja membutuhkan pelayanan ataupun komunikasi dalam pelaksanaan tugas.

 

Pesan tersebut menegaskan bahwa kehadiran aparatur harus memiliki makna lebih dari sekadar keberadaan secara fisik.

 

Fokus pada Target, Responsif dan Berintegritas

 

Iwan menekankan pentingnya membangun kebiasaan kerja yang lebih bertanggung jawab. Aparatur diharapkan selalu siap berada di tempat kerja, responsif terhadap kebutuhan pelayanan, serta mampu menyelesaikan pekerjaan secara tuntas.

 

Target harian juga perlu menjadi bagian dari budaya kerja. Waktu kerja harus digunakan untuk menyelesaikan tugas dan mencapai target, bukan sekadar menunggu berakhirnya jam kerja.

 

“Mari hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga hadir dengan kinerja dan tanggung jawab,” menjadi pesan yang ditekankan dalam refleksi tersebut.

 

Menurut pesan itu, integritas juga menjadi fondasi penting. Penggunaan waktu kerja secara bertanggung jawab dan pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan.

 

Pelayanan Publik Dimulai dari Kedisiplinan

 

Iwan menyampaikan bahwa pelayanan publik pada dasarnya dimulai dari kedisiplinan dan tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan tugas.

 

Karena itu, kebiasaan yang dapat menghambat pelayanan perlu ditinggalkan. Sebaliknya, aparatur didorong untuk menunjukkan kinerja yang terukur, responsif dan memberikan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

 

Pesannya jelas: hadir di kantor adalah kewajiban, tetapi bekerja dengan penuh tanggung jawab adalah bentuk nyata pengabdian.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.