LAMPUNG SELATAN —https://www.kritikintens.online- Kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan. Di balik merah putih yang berkibar, ada sejarah panjang tentang pengorbanan, keberanian, dan perjuangan para pahlawan serta veteran yang mempertaruhkan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi Indonesia.
Momentum Hari Veteran Nasional dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti ketika senjata diletakkan. Perjuangan berubah bentuk menjadi pengabdian—menjaga persatuan, membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh rakyat.
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan, Iwan Chandra Gautama, S.E., M.M., memandang semangat perjuangan para veteran harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian nyata di tengah masyarakat.
Menurut Iwan, generasi saat ini memiliki medan perjuangan yang berbeda. Jika para veteran dahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang dituntut mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, integritas, pelayanan publik dan tanggung jawab terhadap pembangunan.
«“Semangat perjuangan para veteran tidak boleh berhenti menjadi cerita sejarah. Nilai keberanian, pengorbanan dan pengabdian harus terus hidup dalam kehidupan kita hari ini,” demikian pesan yang dapat disampaikan Iwan Chandra dalam momentum tersebut.»
Ia menegaskan, pembangunan daerah juga membutuhkan semangat perjuangan. Setiap aparatur dan elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan publik.
Dalam konteks pengelolaan pendapatan daerah, semangat kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai dorongan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak daerah. Pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam menopang pembangunan dan pelayanan publik.
Namun, semangat membayar pajak harus berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kemerdekaan, pada akhirnya, bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang kemampuan sebuah bangsa mengelola masa depannya sendiri.
Karena itu, Hari Veteran Nasional dan Hari Kemerdekaan hendaknya tidak berhenti pada seremoni, baliho dan ucapan peringatan. Momentum tersebut harus menjadi refleksi bersama: apakah nilai perjuangan para pendahulu telah benar-benar diteruskan dalam bentuk kerja dan pengabdian hari ini?
Bagi generasi penerus, medan perjuangan telah berubah. Tidak lagi berada di medan perang, tetapi di ruang pelayanan publik, dunia pendidikan, pembangunan ekonomi, penegakan hukum, pengelolaan pemerintahan hingga perjuangan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Merawat kemerdekaan berarti menjaga api perjuangan tetap menyala. Mengisi kemerdekaan berarti memastikan setiap kerja dan kebijakan memiliki arti bagi rakyat.












